Semua Kategori

Berita

Beranda >  Berita

Aturan Keselamatan Apa yang Berlaku Saat Menggunakan Alat Press?

Jan 29, 2026

Memahami Bahaya dan Kategori Risiko pada Alat Press

Cedera Akibat Terjepit, Amputasi, dan Titik Jepit di Titik Operasi

Di sinilah alat press benar-benar bekerja pada bahan—yaitu titik di mana sebagian besar bahaya mekanis serius terjadi. Risiko terjepit atau kehilangan anggota tubuh meningkat secara drastis ketika operator memasukkan tangan mereka ke area ini saat memuat atau membongkar komponen, khususnya di sekitar die, ram, dan komponen bergerak lainnya. Titik-titik berbahaya ini muncul di mana pun komponen mesin saling bertemu, menciptakan titik jepit yang cukup kuat untuk menjepit anggota tubuh dengan gaya lebih dari 10 ton dalam sistem hidrolik. Menurut berbagai laporan keselamatan dari para pakar industri, jenis kecelakaan ini menyumbang hampir separuh (sekitar 49%) dari seluruh kasus amputasi yang terkait dengan mesin press di lingkungan manufaktur.

Ketika menyangkut keselamatan di tempat kerja, pengendalian teknis seperti penghalang tetap, tirai cahaya canggih, dan sistem kendali dua tangan menonjol sebagai langkah perlindungan awal terbaik. Penghalang tetap secara sederhana menghalangi akses sepenuhnya. Tirai cahaya juga bekerja sangat cepat dengan menghentikan mesin hampir secara instan jika seseorang berada terlalu dekat. Selanjutnya, ada kendali dua tangan yang memaksa pekerja menjaga tangan mereka dalam posisi aman, karena kedua tombol harus ditekan secara bersamaan selama waktu yang cukup lama. Namun, jangan lupa melatih staf secara memadai untuk mengenali bahaya. Prosedur penguncian dan pelabelan (lockout tagout) harus diikuti secara ketat setiap kali alat diganti atau perawatan diperlukan. Praktik keselamatan dasar ini menyelamatkan nyawa setiap hari di lantai pabrik di seluruh negeri.

Cedera Akibat Injeksi Cairan dan Risiko Kegagalan Sistem Hidrolik

Alat-alat presi hidrolik memperkenalkan bahaya khas berakibat serius yang melampaui trauma mekanis. Kebocoran berukuran pinhole pada saluran bertekanan tinggi (sering kali melebihi 2.000 PSI) dapat menyuntikkan cairan hidrolik jauh ke dalam jaringan lunak—suatu cedera yang tampak sepele namun menipu, yang sering kali memerlukan debridemen bedah darurat dan memiliki risiko amputasi yang tinggi apabila tidak ditangani dalam beberapa jam.

Ketika sistem hidrolik mengalami kegagalan besar-besaran, hal ini menimbulkan dua bahaya utama. Pertama, ketika tekanan turun secara mendadak, silinder penggerak (rams) dapat jatuh langsung ke atas benda apa pun yang berada di bawahnya, terkadang merusak peralatan atau bahkan lebih buruk lagi. Kedua, selang yang rusak cenderung meledak secara kasar, menyebabkan luka sayat serius atau bahkan cedera akibat benturan tumpul. Menurut laporan produsen, sekitar enam dari sepuluh kegagalan semacam ini disebabkan oleh segel atau sambungan yang sudah tua dan aus, atau yang tidak dikencangkan dengan benar saat pemasangan. Untuk menghindari masalah-masalah ini, pemeriksaan pemeliharaan rutin mutlak diperlukan. Katup pelepas tekanan juga membantu, demikian pula tombol berhenti darurat yang mampu mematikan sistem secara cepat begitu terjadi gangguan. Langkah-langkah keselamatan ini bukan sekadar rekomendasi, melainkan penyelamat nyawa di lingkungan industri di mana kecelakaan bisa terjadi dalam sekejap.

Kontrol Teknis yang Memenuhi Standar OSHA untuk Alat Press

Pelindung Tetap, Terkunci (Interlocked), dan Dapat Disetel sesuai 29 CFR 1910.217

OSHA’s 29 CFR 1910.217 menetapkan pengaman fisik sebagai kendali teknis utama untuk alat press. Pengaman harus mematuhi prinsip OUTA—mencegah akses over di bawah melalui , atau mengelilingi ke titik operasi—dengan bukaan yang dibatasi maksimal ¼ inci, sesuai standar ANSI B11.1.

Pelindung tetap memberikan perlindungan konstan dan paling efektif untuk tugas-tugas harian yang tidak banyak berubah dari satu shift ke shift berikutnya. Jenis pelindung terkunci (interlocked) terhubung langsung ke sistem kontrol mesin sehingga mesin berhenti beroperasi setiap kali seseorang membuka atau menembus pelindung tersebut. Model-model terbaru memiliki desain bebas pegas yang membuatnya lebih sulit untuk dimanipulasi secara sembarangan. Selanjutnya, terdapat pelindung yang dapat disetel (adjustable), yang memungkinkan pekerja mengganti cetakan (dies), namun mereka harus memverifikasi kembali posisi semua komponen secara tepat di awal setiap shift. Semua langkah pengamanan berbeda ini membantu mencegah cedera serius seperti jari terjepit atau kehilangan anggota tubuh, tepat di area di mana kecelakaan paling sering terjadi. Hal ini penting karena menurut penelitian Institut Ponemon pada tahun 2023, satu kecelakaan kerja saja dapat menelan biaya rata-rata sebesar $740.000 bagi perusahaan.

Tirai Cahaya, Pemindai Laser, dan Sistem Kontrol Dua Tangan

Penghalang fisik tidak efektif ketika komponen terus-menerus ditangani selama proses produksi. Di sinilah teknologi deteksi kehadiran berperan. Bayangkan tirai cahaya inframerah atau pemindai laser yang membentuk zona keselamatan tak kasat mata di sekitar mesin. Sistem-sistem ini menghentikan siklus mesin secara instan jika seseorang berada terlalu dekat. Untuk pekerjaan di mana operator harus berinteraksi langsung dengan peralatan, tersedia kontrol dua tangan yang sering dibicarakan orang. Kontrol ini disetujui OSHA dengan alasan yang kuat. Kedua tombol harus ditekan secara bersamaan dalam jendela waktu setengah detik dan tetap ditekan sepanjang durasi gerakan berbahaya berikutnya. Sebagian besar bengkel menemukan bahwa persyaratan ini justru meningkatkan kewaspadaan pekerja dan mengurangi kecelakaan dari waktu ke waktu.

Jarak keselamatan untuk sistem-sistem ini dihitung menggunakan waktu penghentian tekanan yang telah diverifikasi—bukan perkiraan—dan model-model terbaru mencakup monitor terintegrasi yang mengotomatiskan proses validasi, sehingga menghilangkan kesalahan pengukuran manual. Menurut ANSI B11.1-2009, semua pengaman elektronik memerlukan pengujian fungsional harian, dan prosedur LOTO harus diikuti secara ketat selama perawatan.

Peralatan Pelindung Diri (PPE) yang Diperlukan dan Praktik Kerja Aman

Sarung Tangan Tahan Potong, Kacamata Pelindung Benturan, dan Pemilihan Alat Pelindung Pendengaran

Menurut peraturan OSHA, perusahaan wajib menyediakan peralatan pelindung diri yang sesuai secara gratis kepada karyawan yang bekerja dengan alat press. Apa saja dasarnya? Para pekerja membutuhkan sarung tangan bersertifikat ANSI yang tahan terhadap luka sayat saat menangani bahan-bahan tajam, serta kacamata pengaman yang memiliki rating perlindungan terhadap benturan (cari standar Z87.1+), guna mencegah serpihan masuk ke mata. Ketika mesin menghasilkan kebisingan melebihi 85 desibel, maka penutup telinga peredam bising juga menjadi wajib digunakan. Pemilihan ukuran yang tepat sangat penting di sini, rekan-rekan. Peralatan yang tidak pas ukurannya justru dapat meningkatkan risiko cedera hingga sekitar 60 persen, seperti yang ditunjukkan oleh hasil pemeriksaan keselamatan terbaru tahun lalu. Oleh karena itu, jangan mengabaikan sesi penyesuaian ukuran hanya karena suatu peralatan tampak cocok pada pandangan pertama.

Penilaian bahaya menjadi dasar pemilihan—operasi pengecoran cetak memerlukan sarung tangan tahan panas, sedangkan perawatan sistem hidrolik membutuhkan bahan tahan bahan kimia. Pelindung wajah wajib digunakan selama aktivitas membersihkan kemacetan atau mengganti cetakan, dan pelindung pendengaran harus dipilih berdasarkan pemetaan kebisingan secara real-time—bukan berdasarkan ambang batas yang diasumsikan.

Prosedur Pemuatan/Pembongkaran yang Aman serta Integrasi Penguncian/Pelabelan (LOTO)

Penanganan material di dekat alat press menuntut protokol yang disiplin dan distandarisasi. Verifikasi oleh dua orang selama urutan pemuatan mengurangi kesalahan manusia, sementara penanda lantai, indikator zona berbasis lampu, dan peringatan suara memperkuat kesadaran spasial di sekitar zona bahaya.

Kepatuhan terhadap LOTO bersifat mutlak selama perawatan: 70% insiden amputasi terjadi saat upaya membersihkan kemacetan, kebanyakan melibatkan penerapan kembali energi secara tidak disengaja. Integrasi verifikasi APD secara langsung ke dalam langkah-langkah LOTO—pekerja wajib mengenakan sarung tangan tahan potong dan pelindung wajah sebelum menerapkan label isolasi—untuk memastikan perlindungan berkelanjutan di seluruh proses pengendalian energi.

Sertifikasi Operator, Inspeksi Sebelum Penggunaan, dan Pelatihan Keselamatan Berkelanjutan

Memperoleh sertifikasi yang tepat bagi operator benar-benar penting untuk menjaga keamanan peralatan press. Program pelatihan harus mencakup semua dasar-dasar, termasuk cara kerja peralatan, mengenali bahaya potensial, mengetahui tindakan yang harus diambil dalam keadaan darurat, serta menyediakan waktu latihan praktik yang cukup. Semua ini harus disampaikan oleh instruktur berpengalaman yang mematuhi baik standar ANSI B11.0 maupun peraturan OSHA. Sebagian besar sertifikasi harus diperbarui kembali setiap sekitar tiga tahun. Namun, ada pula pertimbangan tambahan: jika terjadi kegagalan atau perubahan signifikan pada peralatan itu sendiri, maka operator wajib menjalani proses sertifikasi ulang secara segera. Hal ini bukan sekadar urusan administrasi belaka. Mematuhi persyaratan-persyaratan ini membantu memastikan bahwa semua pihak tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku, sekaligus siap menghadapi segala situasi yang mungkin muncul selama operasional rutin.

Inspeksi harian sebelum penggunaan wajib dilakukan: operator harus memverifikasi responsivitas rem, memeriksa kebocoran hidrolik atau udara, memeriksa pelindung untuk kerusakan atau ketidaksejajaran, serta memastikan fungsi tombol berhenti darurat berjalan dengan baik. Pemeriksaan ini mencegah terjadinya gangguan kecil—seperti segel yang aus atau keterlambatan pengaktifan rem—berkembang menjadi kegagalan besar.

Pelatihan keselamatan berkelanjutan memperkuat kewaspadaan, mengintegrasikan pembaruan dari standar yang terus berkembang (misalnya, ANSI B11.1-2024), serta memperkenalkan teknologi baru seperti sensor cerdas atau alat pemeliharaan prediktif. Ketika diintegrasikan secara mendalam ke dalam budaya keselamatan—bukan sekadar dipandang sebagai item yang harus dicentang—pelatihan ini secara nyata menurunkan tingkat kejadian insiden di lingkungan industri berisiko tinggi.

FAQ

Apa saja bahaya utama yang terkait dengan alat press?

Bahaya utama meliputi terjepit, amputasi, cedera pada titik jepit, cedera akibat injeksi cairan, serta kegagalan sistem hidrolik.

Bagaimana cara mencegah kecelakaan yang disebabkan oleh alat press?

Kecelakaan dapat dicegah dengan pengendalian teknis seperti pelindung tetap, tirai cahaya (light curtains), dan sistem kontrol dua tangan, serta pelatihan operator yang memadai dan kepatuhan ketat terhadap protokol keselamatan.

Mengapa APD penting dalam mengoperasikan alat press?

APD seperti sarung tangan tahan potong, kacamata pelindung benturan, dan pelindung pendengaran sangat penting untuk mencegah cedera akibat bahan tajam, serpihan yang beterbangan, dan tingkat kebisingan yang tinggi.

Apa peran sertifikasi operator dalam keselamatan?

Sertifikasi operator menjamin bahwa individu telah dilatih untuk mengoperasikan peralatan secara benar, mengenali bahaya, serta merespons keadaan darurat, sehingga menjaga praktik keselamatan di lingkungan industri.